Seputar Masalah Aqiqah (Bagian Kedua)

Seputar Masalah Aqiqah (Bagian Kedua)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kali ini kita akan melanjutkan pembahasan lanjutan mengenai pembahasan beberapa masalah yang berkaitan dengan aqiqah. Pada bagian pertama kita telah membahas tiga permasalahan. Adapun sekarang kita akan membahas lima permasalahan lainnya.

Jika Bayi Meninggal Sebelum Hari Ketujuh, Apakah Perlu Diaqiqah?

Apabila bayi meninggal sebelum berusia tujuh hari maka tetap dianjurkan untuk melakukan aqiqah untuknya berdasarkan keumuman hadits-hadits yang menerangkan tentang anjuran untuk beraqiqah seperti hadits Samurah bin Jundub radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم السابع ويحلق رأسه ويسمى

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, dilakukan penyembelihan untuknya pada hari ketujuh (dari hari kelahirannya), dicukur rambutnya, dan diberikan nama.” [HR Abu Daud (2838) dan Ibnu Majah (3165). Hadits shahih] Baca lebih lanjut

Iklan

Seputar Masalah Aqiqah (Bagian Pertama)

Seputar Masalah Aqiqah (Bagian Pertama)

بسم الله الرحمن الرحيم

Aqiqah adalah salah satu ibadah penyembelihan hewan yang disyariatkan di dalam Islam dalam rangka menyambut kelahiran seorang bayi. Pada kesempatan ini kami akan menurunkan tulisan seputar masalah aqiqah yang insya Allah akan kami bagi ke dalam dua bagian agar tidak terlalu panjang dan tidak memberatkan bagi para pembaca.

Hukum Aqiqah

Jumhur (mayoritas) ulama fiqh menyatakan bahwa hukum aqiqah ini adalah mustahab (sunat). Dalil yang menunjukkan atas disyariatkannya aqiqah adalah hadits Samurah bin Jundub radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم السابع ويحلق رأسه ويسمى

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, dilakukan penyembelihan untuknya pada hari ketujuh (dari hari kelahirannya), dicukur rambutnya, dan diberikan nama.” [HR Abu Daud (2838) dan Ibnu Majah (3165). Hadits shahih] Baca lebih lanjut